AI chat untuk guru & pengajar

Hemat waktu persiapan bersama ChatG: susun draf RPP, sesuaikan tingkat bacaan teks, buat soal kuis dan rubrik, hingga draf email untuk orang tua murid.

4 mnt membacaDiperbarui

A teacher preparing lessons on a laptop in an empty classroom

Guru menghabiskan banyak waktu untuk tugas-tugas administratif di luar mengajar: merancang rencana pembelajaran, menyesuaikan materi, membuat soal, dan membalas email. AI chat dapat menyusun draf awal yang solid dalam hitungan menit, sehingga waktu Anda bisa difokuskan untuk memeriksa, menyesuaikan, dan mengajar. ChatG gratis dengan kuota pesan harian, tanpa perlu akun, dan riwayat percakapan tersimpan aman di browser Anda sendiri. Berikut adalah alur kerja yang paling banyak membantu para guru, lengkap dengan prompt siap pakai di chat.

Merancang RPP dan Menyiapkan Materi

Berikan detail yang hanya Anda ketahui: karakteristik siswa, durasi kelas, dan materi Anda. Semakin spesifik prompt yang diberikan, semakin sedikit revisi yang perlu Anda lakukan.

Membuat draf rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Minta struktur lengkap beserta alokasi waktu, lalu sesuaikan dengan kondisi kelas Anda.

Buat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdurasi [durasi] menit tentang [topik] untuk siswa [kelas atau usia]. Sertakan tujuan pembelajaran, pemanasan 5 menit, aktivitas utama, asesmen formatif cepat, dan tiket keluar (exit ticket) singkat. Asumsikan jumlah siswa [jumlah siswa] dan materi yang tersedia: [materi yang tersedia].

Coba prompt ini di chat.

Menyesuaikan teks untuk berbagai tingkat kemampuan membaca

Satu teks, tiga versi: cara cepat mendukung kelas dengan kemampuan beragam tanpa mengubah inti materi.

Tulis ulang teks di bawah ini ke dalam tiga tingkat kemahiran membaca: [tingkat dasar], [sesuai tingkat kelas], dan [tingkat lanjut]. Pertahankan fakta-fakta kunci di setiap versi dan cantumkan lima kosakata penting untuk masing-masing versi: [tempel teks]

Buka prompt ini di chat atau sederhanakan satu teks saja dengan Paraphraser.

Membuat soal kuis yang mengungkap miskonsepsi

Membuat pilihan pengecoh yang tepat butuh waktu. Mintalah secara spesifik beserta pembahasannya yang dapat dibagikan setelah kuis.

Buat [jumlah] soal pilihan ganda tentang [topik] untuk siswa [kelas], masing-masing dengan empat opsi dan satu jawaban benar. Beri tanda pada jawaban yang benar, tambahkan penjelasan singkat satu kalimat, dan sertakan dua soal yang menyasar miskonsepsi umum.

Buat soal di chat, lalu periksa sendiri setiap kunci jawabannya.

Menyusun rubrik penilaian yang jelas

Rubrik paling efektif jika setiap kriterianya mendeskripsikan perilaku yang dapat diamati secara nyata. Minta formulasi kalimat seperti itu secara langsung.

Buat rubrik penilaian untuk [jenis tugas] dalam mata pelajaran [mata pelajaran] untuk siswa [kelas]. Gunakan empat tingkat capaian (Sangat Baik, Baik, Cukup, Perlu Bimbingan) dan kriteria berikut: [kriteria]. Tulis setiap deskriptor sebagai perilaku yang dapat diamati, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa.

Coba prompt ini di chat.

Berkomunikasi dan Memberikan Umpan Balik

Manfaatkan chat untuk menyusun nada bicara dan struktur, serta pastikan tidak memasukkan nama maupun data pribadi asli ke dalam prompt.

Menulis email untuk orang tua murid

Menulis email situasi yang sulit terasa lebih mudah jika dimulai dari draf yang tenang dan seimbang.

Tulis email singkat dan ramah kepada orang tua siswa [kelas] mengenai [situasi]. Sebutkan satu hal positif: [hal positif]. Jelaskan kekhawatiran dengan jelas dan sarankan langkah tindak lanjut: [langkah tindak lanjut]. Buat di bawah 150 kata dan hindari istilah teknis yang rumit.

Buka prompt ini di chat atau gunakan Email Writer.

Mengubah catatan singkat menjadi umpan balik yang membangun

Tempel paragraf siswa tanpa mencantumkan namanya, lalu mintalah saran evaluasi yang bisa Anda personalisasi.

Berikut paragraf tulisan siswa tanpa mencantumkan nama: [tempel paragraf]. Berikan tiga poin umpan balik spesifik: satu kelebihan, satu hal yang perlu ditingkatkan beserta contohnya, dan satu pertanyaan yang memicu pemikiran lebih dalam. Gunakan nada bicara yang menyemangati untuk anak usia [usia] tahun.

Coba prompt ini di chat.

Menyesuaikan tugas di era AI

Siswa Anda juga punya akses ke AI chat. Mintalah ide untuk merancang tugas yang berfokus pada proses berpikir dan penalaran, bukan sekadar teks hasil akhir.

Berikan lima cara merancang ulang tugas ini agar siswa belajar lebih mendalam dibandingkan hanya meminta AI chat mengerjakannya: [deskripsikan tugas]. Untuk setiap ide, jelaskan apa yang harus dihasilkan siswa dan bagaimana saya dapat menilainya.

Jelajahi ide di chat.

Tips untuk Hasil yang Lebih Maksimal

  • Gambarkan kelas Anda. Usia, kemampuan bahasa, jumlah murid, dan ketersediaan waktu jauh lebih penting daripada sekadar judul topik.
  • Kembangkan dalam percakapan yang sama. Minta "versi yang lebih menantang", "persingkat kalimatnya", atau "versi untuk siswa yang baru belajar bahasa Indonesia/Inggris" alih-alih memulai obrolan baru.
  • Simpan yang berhasil. Riwayat chat tersimpan di browser Anda, sehingga Anda dapat mencari rencana pembelajaran lama kapan saja atau mengekspornya sebagai cadangan.

Hal yang Harus Dihindari

  • Memasukkan data pribadi siswa ke dalam prompt. Jangan sertakan nama, nilai, riwayat kesehatan, rencana bimbingan konseling, atau informasi apa pun yang dapat mengidentifikasi siswa. Gunakan nama samaran seperti "Siswa A" dan isi detail aslinya nanti secara manual.
  • Menggunakan kunci jawaban dan fakta tanpa verifikasi. AI bisa sangat meyakinkan meski jawabannya salah (halusinasi), terutama untuk data tanggal, angka, dan topik spesifik. Periksa setiap soal dan jawaban sebelum dibagikan ke siswa.
  • Lupa memeriksa kesesuaian tingkat pemahaman dan bias. Pastikan contoh yang digunakan sesuai dengan usia siswa, inklusif, dan relevan dengan kurikulum setempat.
  • Menuduh siswa hanya berdasarkan dugaan. Jangan hanya mengandalkan skor dari AI detector untuk menentukan apakah siswa menggunakan AI. Ajak siswa berdiskusi secara langsung dan periksa draf serta proses pengerjaannya.
  • Mengabaikan kebijakan sekolah. Selalu patuhi aturan sekolah atau dinas pendidikan terkait penggunaan alat AI oleh guru dan siswa.

Alat, Panduan, dan Prompt Terkait

Siap membantu Anda kapan saja

Buka obrolan dan ajukan pertanyaan pertama Anda. Gratis, tanpa perlu memasang apa pun.

Mulai mengobrol